Jumat, 03 Oktober 2014

KARMA BUDAYA


Esti dan Gamar, sepasang suami istri yang baru saja setahun menikah dan pindah dari jogja ke sidoarjo. Esti sedang mengandung anaknya yang berumur 3 bulan. Pada malam harinya, karena dia baru di daerah itu, dia mengajak Gamar untuk berjalan-jalan mengelilingi kampung yang dia tinggali.
Mereka berbincang-bincang sepanjang perjalanan, hingga langkah kaki mereka dihentikan oleh sebuah keranjang kecil yang terbalik dan ada lampu kuning di atasnya. Mereka bingung dan bertanya-tanya tentang isi dari keranjang terbalik itu. Tak lama kemudian ada ibi-ibu penduduk kampung yang kebetulan lewat. Gamar dan Esti menyapa orang tersebut dan bersilahturahmi dengan dia karena mereka tergolong baru disini. Terbesit dipikiran Gamar untuk menanyakan isi keranjang itu kepada ibu-ibu tadi, “bu maaf, itu yang ada dalam keranjang isinya apa ya? Kok waktu saya lihat gak ada apa-apa” tanya gamar, ibu tadi dengan tersenyum menjawab”oo, itu? itu isinya ari-ari bayi dari rumah itu nak, tapi ari-arinya dipendam didalam tanah”. Gamar dan Esti malah semakin bingung, “lho bu, terus apa fungsi dari lampu itu?” tanya esti sambil menunjuk lampu yang ada didalam keranjang. “itu katanya klo ari-arinya tidak terkena cahaya, nanti anaknya bakal hitam kulitnya, terus dia susah untuk melihat”,”makanya anak-anak kampung sini putih-putih cakep-cakep kan? hehehe” jawab ibu tadi. Gamar yang dulunya orang kota tidak percaya dengan hal tersebut, karena menurutnya itu tidak masuk akal, “Masak sih buk bisa kayak gitu? Apa hubunganya emang ari ari sama bayi? Ibu ini ada-ada saja” kata Gamar dengan sedikit candaan. Ibu tadi tersenyum dan menjawab ”ya terserah masnya percaya apa tidak, tapi hati-hati aja ya mas, awas klo kejadian.”.”saya pulang dulu ya mas, sudah malam soalnya” tambahan ibu tadi. “iya bu hati-hati.”jawab gamar.
Mereka melanjutkan perjalanan sampai pulang kerumah. Pada malam hari mereka berbincang-bincang tentang hal tersebut. ”mas, emangnya bener ya bisa kayak gitu?” tanya esti kepada suaminya. ”ya gak lah dek, itu Cuma tahayul, g usah dipercaya” jawab suaminya. “tapi mas. . .” “udah percaya aja sama mas ini.” “iya deh mas” jawab esti dengan senyum yang ragu-ragu.
Beberapa bulan berlalu, akhirnya anak yang mereka tunggu-tunggu lahir. Perempuan kecil itu berkulit kuning lasat, berwajah manis kas jogja, dan matanya masih tertutup. Saat sampai di rumah, mereka mengubur ari-ari itu tanpa memberi lampu penerangan. “Kok gak dikasih lampu sih mas?” “gak usah dek, buat apa? Ngabisini listrik aja.”. Esti hanya diam menanggapi pendapat Gamar.
11 hari berlalu, anak mereka masih saja menutup matanya. Harusnya mata itu sudah mampu melihat saat umur 9 hari. Mereka bingung sekali kenapa hal ini bisa terjadi. Mereka membawa anak mereka kedokter pada hari itu, tetapi dokter menolak untuk melakukan pemeriksaan karena umur bayi masih terlalu dini. Saat mereka pulang dari rumah sakit, mereka bertemu lagi dengan ibu-ibu yang waktu itu. Saat berpapasan ibu itu menyapa mereka”nak, habis dari mana?” “dari rumah sakit bu, abis periksa dedek bayi”. “lho bayinya kenapa?”, ”anu bu, matanya masih tertutup, kan seharusnya umur 9 dia sudah bisa meliat.” Sahut Esti. “oalah, kalian ari-arinya gak dikasih lampu ya nak?” “lho kok tau bu?”sahut Gamar dengan cepat. Ibu itu tersenyum dan berkata ”soba kalian kasih lampu, kasian lho bayinya”. mereka hening sejenak “iya bu, nanti saya pasang lampu”. “ya sudah saya pergi dulu ya” ibu tadi tersenyum dan berjalan menggilkan mereka. “kan, mas sih dibilangin gak percaya,” “iya-iya dek, nanti mas pasang lampunya”
Pada sore harinya gamar memasang lampu di atas gundukan pasir tempat ari-ariitu di kubur. “udah aku pasang dek lampunya” “iya mas, semoga anak kita bisa membuka matanya”. Keesokan harinya doa mereka terkabul. Bayi tersebut menangis dan perlahan-lahan membuka matanya yang berlinang air mata. “mas Alhamdulillah, anak kita sudah bisa melihat” “wah iya dek. Alhamdulillah, maaf ya dek dulu aku gak percaya sama kamu”. Mereka senang sekali melihat anak mereka sudah kembali normal.
Banyak sekali mitos dan budaya yang berkembang di negara kita ini, terserah kalian mau percaya atau tidak. Tapi semua itu mungkin terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar